Hal ini memang sudah sering terjadi sama saya apabila detik-detik terakhir mau berangkat kerja. Ada saja yang diminta anak-anak. seperti pagi ini. anak kedua sudah bangun,sudah saya tawarin mau mandi gak bareng Ibu. Jawabnya: nanti Buk. sambil asyik pencet-pencet Game nya. ya sudah.
kalau kakak gimana? tanyaku pada si sulung.
sama jawabnya, nanti aja buk,sedang asyik nonton doraemon.
yasudah,gak ada yang mau dimandiin. ibuk mandi sendiri.
dah ready, tinggal tancap gas motor. pertunjukan dimulai. anak laki-lakiku ( anak kedua) nangis. ngotot minta dimandiin. Jaketnya suruh buka, helm suruh buka,tas suruh taruh. di geret ke kamar mandi. ibuknya suruh mandi ulang. walah dek,ini dah siang. tadi di tawarin gak mau,sekarang begini. Aku selalu berusaha tidak pernah marah kalau hal ini sering terjadi. sudah biasa bagiku. Anak-anak hanya ingin ibuknya gak kerja sebenernya. Jadi gak ada alasan kalau saya marah-marah.
Reda tangis anak-anak yang sudah dimandikan. masih dengan berat hati mereka nawar, pulangnya jangan lama-lama ya buk.
wah,kalau ini perusahaan yang punya bapakku, aku pasti bebas pulang dan datang kapan aja. tapi berhubung bapakku belum punya usaha, yawes manut sama yg punya perusahaan.
setiap tindakan pasti ada resiko.
Ibu bekerja juga pasti membawa resiko. makanya jika suatu hari nanti aku sukses meniti bisnis rumahan,tak khan pernah kusia-siakan waktu bersama anak-anak.
Sunday, July 31, 2011
Tuesday, July 19, 2011
Kerja Begini Terus, Bisa Bikin Aku Gila!
Status: Karyawan Tetap, sudah menetap : 11 Tahun 7 Bulan.
wah,lama..lama kalau begini terus aku gila nih.
kerja tak ada aktifitas. mendingan dirumah memantau perkembangan anak-anak.
Kapan Ya Allah, waktu indah itu akan berpihak kepadaku.
lama sekali waktu kurasakan. lama sekali suami memberikan ridho, iklas, pasrah, untuk melihat istrinya dirumah.
seringkali aku sesek hati sendiri terhadap sikap suami. kadang uring-uringan sendiri gak jelas.
tapi kupikir-pikir lagi, ngapain aku capek-capek hati ngedumel,marah-marah. kalau yang ada hanya nambahin beban pikiran. mau alasan 1001 yang diutarakan, percuma.
merengek kayak anak kecil. percuma juga.
katanya hutang lunas,saya boleh keluar kerja. tapi lain kata lagi. ini hutang dah mau lunas, tapi dah ada warning lagi. nanti kalau anak kedua mau masuk sekolah. lha, makin tambah lama aja tingkat kegilaan saya di kantor ini.
apakah setiap istri harus sabar? apakah semua wanita berkewajiban membantu suami mencari nafkah? kenapa suami zaman sekarang tidak seperti suami zaman dulu yang punya idealis tinggi menyuruh para istrinya dirumah mendidik anak-anaknya? apakah zaman semakin modern yang menuntut itu semua? aku semakin tidak mengerti,dan aku merasa menjadi wanita yang lemah tak berdaya.
aku tak bangga dengan status saat ini, sebagai wanita kantoran. kerja di kantor pencakar langit di jakarta. aku lebih bangga bila bisa mendampingi anak-anak,membuatkan sarapan pagi,bersih-bersih rumah, menyuapin anak,main ke taman bersama,bercanda bersama.
oh.tahun 2012 cepatlah datang. April saya akan mengajukan resign lagi. supaya juni saya sudah bisa dirumah.
wah,lama..lama kalau begini terus aku gila nih.
kerja tak ada aktifitas. mendingan dirumah memantau perkembangan anak-anak.
Kapan Ya Allah, waktu indah itu akan berpihak kepadaku.
lama sekali waktu kurasakan. lama sekali suami memberikan ridho, iklas, pasrah, untuk melihat istrinya dirumah.
seringkali aku sesek hati sendiri terhadap sikap suami. kadang uring-uringan sendiri gak jelas.
tapi kupikir-pikir lagi, ngapain aku capek-capek hati ngedumel,marah-marah. kalau yang ada hanya nambahin beban pikiran. mau alasan 1001 yang diutarakan, percuma.
merengek kayak anak kecil. percuma juga.
katanya hutang lunas,saya boleh keluar kerja. tapi lain kata lagi. ini hutang dah mau lunas, tapi dah ada warning lagi. nanti kalau anak kedua mau masuk sekolah. lha, makin tambah lama aja tingkat kegilaan saya di kantor ini.
apakah setiap istri harus sabar? apakah semua wanita berkewajiban membantu suami mencari nafkah? kenapa suami zaman sekarang tidak seperti suami zaman dulu yang punya idealis tinggi menyuruh para istrinya dirumah mendidik anak-anaknya? apakah zaman semakin modern yang menuntut itu semua? aku semakin tidak mengerti,dan aku merasa menjadi wanita yang lemah tak berdaya.
aku tak bangga dengan status saat ini, sebagai wanita kantoran. kerja di kantor pencakar langit di jakarta. aku lebih bangga bila bisa mendampingi anak-anak,membuatkan sarapan pagi,bersih-bersih rumah, menyuapin anak,main ke taman bersama,bercanda bersama.
oh.tahun 2012 cepatlah datang. April saya akan mengajukan resign lagi. supaya juni saya sudah bisa dirumah.
Monday, July 11, 2011
Wisata ke Taman Matahari
9 July 2011,
kita sekeluarga jalan-jalan ke Taman Matahari Bogor. Di akhir liburan anak sekolah ini,ternyata masih aja ramenya poooolll. Macetnya sudah tradisi sih kalau kita mau ke Puncak. star jam 7.15 sampai Taman Matahari sekitar pukul 10.00 siang. wah,jan panas-panasnya lagi ngetops.
Menurut saya,Taman Matahari biasa saja. Hanya murah meriah saja kali yah untuk permainan-permainannya.
Tiket masuk biasa 10.000, tapi kalau mau terusan 15.000 gratis 5 permainan. dan dapat discount 20 % untuk masuk ke Water park nya, yang kalau masuk harga normal 30.000/kepala.
Tarif permainan di Taman Matahari relatif murah,berkisar 3.000 an. Untuk makanan tidak begitu banyak pilihan. Banyak yang bawa dari rumah saya lihat, sama seperti saya.
Untuk tempat lesehan, satu tikar 10.000 seharian. murah,tapi tempatnya sangat terbatas. Karena sangat sempit.
Kesannya biasa saja. masih enak di kebon raya bogor atau nggak ragunan kalau bawa keluarga. Duduk dialam terbuka,luas,terhampar rumput hijau,pohon-pohon rindang disana-sini.
tapi bagi yang belum pernah mengunjungi Taman Matahari, sok atuh kesana,biar gak penasaran. Janag di dengar kata orang. Kalau dah lihat sendiri khan lebih afdhol.
selamat berlibur.
kita sekeluarga jalan-jalan ke Taman Matahari Bogor. Di akhir liburan anak sekolah ini,ternyata masih aja ramenya poooolll. Macetnya sudah tradisi sih kalau kita mau ke Puncak. star jam 7.15 sampai Taman Matahari sekitar pukul 10.00 siang. wah,jan panas-panasnya lagi ngetops.
Menurut saya,Taman Matahari biasa saja. Hanya murah meriah saja kali yah untuk permainan-permainannya.
Tiket masuk biasa 10.000, tapi kalau mau terusan 15.000 gratis 5 permainan. dan dapat discount 20 % untuk masuk ke Water park nya, yang kalau masuk harga normal 30.000/kepala.
Tarif permainan di Taman Matahari relatif murah,berkisar 3.000 an. Untuk makanan tidak begitu banyak pilihan. Banyak yang bawa dari rumah saya lihat, sama seperti saya.
Untuk tempat lesehan, satu tikar 10.000 seharian. murah,tapi tempatnya sangat terbatas. Karena sangat sempit.
Kesannya biasa saja. masih enak di kebon raya bogor atau nggak ragunan kalau bawa keluarga. Duduk dialam terbuka,luas,terhampar rumput hijau,pohon-pohon rindang disana-sini.
tapi bagi yang belum pernah mengunjungi Taman Matahari, sok atuh kesana,biar gak penasaran. Janag di dengar kata orang. Kalau dah lihat sendiri khan lebih afdhol.
selamat berlibur.
Subscribe to:
Posts (Atom)