Bismillahirohmannirrohim
Bertepatan tanggal 15 agustus 2009 saya mantapkan hati untuk menekuni dunia jahit-menjahit.
Mulai kursus jahit deket rumah. Inilah persiapan saya menjelang kehadiran anak kami yang ketiga. Rasanya sudah gak sanggup lebih lama lagi ninggalin mereka semua terus-menerus. yah...meskipun kata orang atau suamipun toh kerja juga untuk anak.
Untuk itu saya Niatkan hati untuk mendapatkan peluang usaha yang bisa dikerjakan Ibu-ibu tanpa harus meninggalkan anak-anaknya dalam waktu yang cukup lama.
Hari pertama kursus,baru diajarkan cara ambil ukuran badan, pola dasar Rok,pola dasar baju. sebenarnya dulu, dulu sekali 13 tahun yang lalu sudah pernah mengikuti kursus jahit dasar. Tapi karena tidak ada keinginan untuk bisa,jadi ya terbengkalai ilmunya. dan mungkin pikiran saya dulu masih ingin jadi orang yang kerjaaaaa terus sama orang lain.
Kini setelah merasakan anaknya makin nambah,baru deh...rumus kepepet dijalankan.
Gak afdhol kalau kursus jahit tapi dirumah gak ada mesin jahit.
Karena suami juga kurang mendukung,dari biaya kursus dan mesin jahit yang rencana saya beli ini murni dari pinjaman kantor. Lumayan tanpa bunga.
Alhamdullilah kalau jahit menjahit dan bikin pola itu khan kayak ilmu matematika bersatu dengan seni. Untuk itung-itungan lumayan mudah, tapi darah seninya ini nih yang musti saya pupuk dan terus belajar supaya model-model baju yang nanti ingin diciptakan menarik banyak minat pelanggan. Untung hidup didunia modrn seperti saat ini,yang internet tinggal klik dan apa yang ingin kita pelajari ada semua.
jadi saya rasa saya gak akan kehabisan ide untuk membuat baju-baju yang oke. dan lagi majalah mode baik mode yang general ataupun mode muslim juga sudah gampang ngedapetinnya.
Minggu ini rencana mau beli mesin jahit singer manual plus dinamo, dan mesin obras. sudah tanya tetangga yang baru beli,harga berkisar untuk mesin jahit singer manual 500.000 dan mesin obras kecil untuk usaha rumahan biasa harganya 700.000. Itung-itung nabung ilmu dan modal usaha. jadi saat nya tiba nanti, tidak terlalu besar modal yang harus dikeluarkan secara bersamaan.
Alhamdullilah kalau untuk ketrampilan wanita yang lain seprti sulam pita, pasang payet, sulam benang ,sedikit sudah bisa dan pernah ikut kursus juga. jadi nanti bisa menambah nilai plus kalau disandingkan dengan baju-baju jahitan saya.
wah,jadi pengen cepet bisa jahit nih,meskipun perut saat ini sedang tidak kosong alias hamil 6 bulan. tapi semangat terus untuk impian yang ingin saya raih.
Minggu besok saya akan berburu ke jatinegara untuk mencari mesin jahit dan mesin obras. Alhamdullilah uang pinjaman kantor akan segera turun.
usaha sukses, modal dari hasil pinjaman.
Tuesday, August 18, 2009
Thursday, August 6, 2009
My and Pemulung
Rumahku di Jakarta Timur. Tepatnya di Utan Kayu Selatan.
Hampir tiap hari aku telusuri jalan tepian kali untuk menuju angkot yang akan aku tumpangi.
karena jalan ini yang lebih dekat.
Kali ini bukan kali mati. Tapi sangat padat kanan-kirinya.
karena banyak rumah panggung dan terlihat kumuh jadinya.
Memang rumah-rumah disana di set seperti rumah panggung,karena sering banjir kalau pas musim hujan.
dan penghuni rumah tersebut kebanyakan adalah orang daerah yang merantau di Jakarta ini. Dan mata pencahariannya adalah Pemulung.
Saya tidak tahu apakah mereka hidup layak atau tidak. setiap orang punya takaran sendiri-sendiri. Aku lihat disana orangnya banyak juga yang hidup berkecukupan. HP bahkan lebih keren dari HP ku.
nenek-nenek tua bawa karung besar adalah pemandangan yang sudah biasa saya temui.
Oh...begitu kuatnya tenaga nenek-nenek ini. di usianya yang seharusnya sudah istirahat untuk aktifitas yang berat,tapi justru masih tetap berusaha keras untuk tetap meraih rezeki dariNya.
Anak-anak usia sekolah,juga saya lihat sudah tidak sekolah lagi. Meskipun gratis katanya sekolah,tapi mereka sudah asyik dengan pekerjaannya. Rambut dicat warna-warni, badan terlihat tak terurus, bau tidak sedap di sekitar tempat tinggal. Kamar mandi yang buat rame-rame. itulah yang setiap hari saya lalui.
Ada miris di hati ini. Ada tanya di hati. Apa kira-kira yang bisa saya berikan buat perbaikan kehidupan mereka?
Yah..meskipun saya juga masih pas-pasan,tapi gpp khan kalau suatu hari nanti saya bisa memberikan yang terbaik buat lingkungan tinggal saya.
Ya Allah,ijinkan aku bisa menjadi secercah cahaya dalam kehdupannya.
Hampir tiap hari aku telusuri jalan tepian kali untuk menuju angkot yang akan aku tumpangi.
karena jalan ini yang lebih dekat.
Kali ini bukan kali mati. Tapi sangat padat kanan-kirinya.
karena banyak rumah panggung dan terlihat kumuh jadinya.
Memang rumah-rumah disana di set seperti rumah panggung,karena sering banjir kalau pas musim hujan.
dan penghuni rumah tersebut kebanyakan adalah orang daerah yang merantau di Jakarta ini. Dan mata pencahariannya adalah Pemulung.
Saya tidak tahu apakah mereka hidup layak atau tidak. setiap orang punya takaran sendiri-sendiri. Aku lihat disana orangnya banyak juga yang hidup berkecukupan. HP bahkan lebih keren dari HP ku.
nenek-nenek tua bawa karung besar adalah pemandangan yang sudah biasa saya temui.
Oh...begitu kuatnya tenaga nenek-nenek ini. di usianya yang seharusnya sudah istirahat untuk aktifitas yang berat,tapi justru masih tetap berusaha keras untuk tetap meraih rezeki dariNya.
Anak-anak usia sekolah,juga saya lihat sudah tidak sekolah lagi. Meskipun gratis katanya sekolah,tapi mereka sudah asyik dengan pekerjaannya. Rambut dicat warna-warni, badan terlihat tak terurus, bau tidak sedap di sekitar tempat tinggal. Kamar mandi yang buat rame-rame. itulah yang setiap hari saya lalui.
Ada miris di hati ini. Ada tanya di hati. Apa kira-kira yang bisa saya berikan buat perbaikan kehidupan mereka?
Yah..meskipun saya juga masih pas-pasan,tapi gpp khan kalau suatu hari nanti saya bisa memberikan yang terbaik buat lingkungan tinggal saya.
Ya Allah,ijinkan aku bisa menjadi secercah cahaya dalam kehdupannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)