Entahlah, bila otak ini sedang bayangin
"Bisa jahit, buka jahitan,bikin model baju yang cantik-cantik,dijual"
kenapa hanya jahit-menjahit dan bikin model baju saja yang bersarang diotak kananku.
Otak kiriku serasa menyeimbanginya dengan searcing di internet dimana tempat kursus jahit yang bagus tapi masih terjangkau.
Apakah yang ada dalam jati diriku sebenernya?
Apakah benar ada bakat terpendam dalam diriku dalam dunia busana ini?
Apakah ini yang dinamakan hobi?
apakah ini pula yang akan mengantarku memilih jadi wirausahawati?
apakah ini yang selama ini aku cari?
pertanyaan itu semakin aku tekan,semakin kuat saja mempengaruhi pikiranku.
Dari yang sebelum-sebelumnya saya juga sudah melakukan action-action kecil. masih seputar busana, yaitu jadi penjual eceran busana muslimah.
Seneng rasanya menikmati waktu-waktu saat ini. Senin sampai jumat masih nguli di tempat orang. Sabtu atau minggu disamping hari-hari bersama anak, saya juga sempatkan diri untuk silaturahim dan sekaligus kulakkan baju-baju di Pasar Jatinegara.
saya ambil profit memang tidaklah besar. tapi saya lebih senang main di kuantity barang yang laku. Modal cepet balik dan bisa kulakkan terus, dan begitu selanjutnya.
selain jualan offline,saya juga jualan online. Baru sebatas itu saat ini. belum bisa mengembangkannya untuk lebih besar.
Dalam Impian saya, saya bisa menjahit baju sendiri, bisa bikin model-model baju sendiri, bisa menjualnya dengan laris,mengena kesemua kalangan.
Wah...sepertinya buka kursus jahit juga bisa nantinya. Buka jasa jahit juga bisa. Bisa bikin butik yang uniq dan disenangi pelanggan seantero negeri ini.
semakin terkenal, maka dengan bergulirnya waktu, akan terkenal di seluruh pelosok dunia ini.Amin.
Aku harus mulai dari bulan depan. Dan mencari informasi kursus jahit yang sudah saya incar dari kemarin. Pengajarnya adalah Anak buahnya susan Budiharjo. kalau sekolah di Susan Budiharjo langsung biayanya muantap. Belum sampai kesana sepertinya keuanganku. Aku cari yang anak buahnya saja. Kebetulan ada dideket Pasar senen atau tepatnya di Kwitang. Tidak terlalu jauh dari rumahku.
Aku harus berhasil. Biarlah terlambat. daripada aku Gagal sebelum mulai.
Anak-anak telah menantikan kehadiranku di rumah setiap saat.
Dan inilah peluang yang bisa aku gali dari dalam diriku.
Semoga Berkah.
Amin