Ibu Arrum, itulah panggilan akrabku di rumah. Mereka suka memanggil namaku dengan nama putri pertamaku"Arrum".
di sekelilingku memang tidak banyak yang ibu-ibunya punya aktifitas di luar rumah. bisa dihitung jari.
Mbak titin,saya suka memanggil demikian. Seorang Ibu beranak 2 , yang anak pertama sudah besar kelas 1 SMP, yang kedua baru menginjak 3 tahun.
Tiba-tiba ada tawaran pekerjaan dari kawan lama ayahnya. ternyata oleh suaminya tidak diijinkan.
wah, enak tho mbak. suami sudah mencukupi,untuk apa kerja lagi. lha wong saya yang pengen keluar kerja untuk momong anak, susah banget. Ini malah sebaliknya, mau minta kerja lagi tapi susah banget ijinnya.
Dunia oh dunia. kadang lucu dibuatnya.
banyak keiinginan kadang malah bertolak belakang.
saya suka ngasih input buat ibu-ibu yang kebetulan tidak punya aktifitas lain selain meneropong anak-anaknya. yaitu coba usaha dari rumah saja Mbak.
dari Hobi saja dulu. Tawarkan ke tetangga,saudara,teman dll. sekarang sudah canggih Mbak, semua bisa di onlinekan. Dari jepit rambut, alat kontrasepsi,alat penambah vitalitas,sampai sepatu jinjit,sepatu teplek dll.
ayok,berkarya. supaya nggak bosen dan punya penghasilan.
selamat berkarya.
karena wanita akan lebih dihargai bila dia mampu membantu menyokong financial RT. itu zaman abad sekarang lho. kebanyakan seperti itu. pendapat pribadi. maaf jika salah.
Tuesday, October 18, 2011
Thursday, October 13, 2011
Iklas, aku dapatkan.
Ya Allah,
Alhamdullilah. setelah sekian tahun saya mencoba sabar untuk ninggalin anak-anak. akhirnya hari ini 13 Oktober 2011, Suamiku sudah iklas kalau saya keluar kerja.
Trimakasih Ya Allah,semua atas keinginanmu.
Aku hanya ingin meraih cita-cita ku,sebagai seorang Ibu Rumah Tangga yang ada setiap saat untuk anak-anak.
Jika Engkau mengijinkan kelak,
akupun ingin menjahit pakaian yang bisa aku dagangkan untuk menambah pengasilan RT ku.
Amin.
Alhamdullilah. setelah sekian tahun saya mencoba sabar untuk ninggalin anak-anak. akhirnya hari ini 13 Oktober 2011, Suamiku sudah iklas kalau saya keluar kerja.
Trimakasih Ya Allah,semua atas keinginanmu.
Aku hanya ingin meraih cita-cita ku,sebagai seorang Ibu Rumah Tangga yang ada setiap saat untuk anak-anak.
Jika Engkau mengijinkan kelak,
akupun ingin menjahit pakaian yang bisa aku dagangkan untuk menambah pengasilan RT ku.
Amin.
Wednesday, September 14, 2011
Modal Usaha
Jika aku dapat uang jasa nanti,maka ini yang akan aku beli:
pokoke serba handmade.
- Mesin Jahit High Speed Juki- second harga kira-kira Rp.2.000.000
- Mesin Smock/Mesin Pleater harga sekitar Rp.4.000.000
- Meja Lipat Rp.200.000
pokoke serba handmade.
Tuesday, September 13, 2011
Jam Terbang di Rumah
Jika aku sudah lulus dan full menjadi ibu di rumah nanti, ini yang sudah saya bayangkan untuk saya kerjakan nanti.
Hari-hariku:
Hidup tanpa pembantu lagi,dirumah bersama 3 anak. menanti suami yang mencari nafkah. oh indahnya.
akan terwujud mulai 1 februari 2012.
Amin.
Hari-hariku:
- 04.00 Sadar dari tidur alias bangun. kalau sudah sadar pastinya langsung cak..cek ngerjain kerjaan rutin di rumah. Putar mesin cuci,masak air,masak nasi, ...itu yang bisa disambi. dan gak perlu di tungguin..in.... siap-siap masuk sholat shubuh.
- 05.00 lanjut masak.
- 06.00 dah klar dech masak tinggal mberesin perabotan n dicuciin. cling dapur beres. cucian tinggal diangin-anginin.
- 06.15 mberesin anak-anak. mandi sekalian. sarapan pagi untuk yg mau sekolah. jadi semua beres,dah bersih semua
- 06.30 start antar anak sekolah,masuknya sekolah jam 6.45.
- Saatnya bermain dengan 2 anak yang belum sekolah sepuasnya.
- 11.00 jemput anak sekolah.
- Makan siang,main sebentar,Sholat, bobok siang dech.
- Anak bobok,emak nyetrika. sebentar. paling nyetrika gak sampai 1 jam lebih.
- Emak selesai nyetrika,nyusul bobok siang.Kebiasaan saya juga gak bisa tidur siang lama-lama. paling lama 1.5 jam. dan kebisasaan saya juga kalau gak bisa tidur ya main sama buku. baca sepuasnya. atau menyalurkan hoby jahit,ketrampilan tangan lainnya seperti menyulam, smock,merajut,buka internet untuk cari ide atau info terbaru.
- 15.30 treng...treng,saatnya bangun tidur. siap-saip sholat ashar juga. mandi sore,makan bagi yang dah kelaparan.
- main bersama teman-teman.
- 17.30 siap-siap di kurung,karena Adzan Maghrib akan berkumandang. dan siap-siap mau ngaji dirumah.
- 19.30 Holat Isya, lanjut Belajar rutin.
- 21.00 saatnya anak-anak tidur malam.
- kalau anak-anak dah tidur, biasanya saya suka menyalurkan hoby kembali. menjahit,menyulam,merajut,smocking. baca internet lagi.
- Sholat malam dikerjakan,Banyakin doa supaya selamat dunia akhirat.
Hidup tanpa pembantu lagi,dirumah bersama 3 anak. menanti suami yang mencari nafkah. oh indahnya.
akan terwujud mulai 1 februari 2012.
Amin.
Sunday, July 31, 2011
Mandikan Aku dulu Buk
Hal ini memang sudah sering terjadi sama saya apabila detik-detik terakhir mau berangkat kerja. Ada saja yang diminta anak-anak. seperti pagi ini. anak kedua sudah bangun,sudah saya tawarin mau mandi gak bareng Ibu. Jawabnya: nanti Buk. sambil asyik pencet-pencet Game nya. ya sudah.
kalau kakak gimana? tanyaku pada si sulung.
sama jawabnya, nanti aja buk,sedang asyik nonton doraemon.
yasudah,gak ada yang mau dimandiin. ibuk mandi sendiri.
dah ready, tinggal tancap gas motor. pertunjukan dimulai. anak laki-lakiku ( anak kedua) nangis. ngotot minta dimandiin. Jaketnya suruh buka, helm suruh buka,tas suruh taruh. di geret ke kamar mandi. ibuknya suruh mandi ulang. walah dek,ini dah siang. tadi di tawarin gak mau,sekarang begini. Aku selalu berusaha tidak pernah marah kalau hal ini sering terjadi. sudah biasa bagiku. Anak-anak hanya ingin ibuknya gak kerja sebenernya. Jadi gak ada alasan kalau saya marah-marah.
Reda tangis anak-anak yang sudah dimandikan. masih dengan berat hati mereka nawar, pulangnya jangan lama-lama ya buk.
wah,kalau ini perusahaan yang punya bapakku, aku pasti bebas pulang dan datang kapan aja. tapi berhubung bapakku belum punya usaha, yawes manut sama yg punya perusahaan.
setiap tindakan pasti ada resiko.
Ibu bekerja juga pasti membawa resiko. makanya jika suatu hari nanti aku sukses meniti bisnis rumahan,tak khan pernah kusia-siakan waktu bersama anak-anak.
kalau kakak gimana? tanyaku pada si sulung.
sama jawabnya, nanti aja buk,sedang asyik nonton doraemon.
yasudah,gak ada yang mau dimandiin. ibuk mandi sendiri.
dah ready, tinggal tancap gas motor. pertunjukan dimulai. anak laki-lakiku ( anak kedua) nangis. ngotot minta dimandiin. Jaketnya suruh buka, helm suruh buka,tas suruh taruh. di geret ke kamar mandi. ibuknya suruh mandi ulang. walah dek,ini dah siang. tadi di tawarin gak mau,sekarang begini. Aku selalu berusaha tidak pernah marah kalau hal ini sering terjadi. sudah biasa bagiku. Anak-anak hanya ingin ibuknya gak kerja sebenernya. Jadi gak ada alasan kalau saya marah-marah.
Reda tangis anak-anak yang sudah dimandikan. masih dengan berat hati mereka nawar, pulangnya jangan lama-lama ya buk.
wah,kalau ini perusahaan yang punya bapakku, aku pasti bebas pulang dan datang kapan aja. tapi berhubung bapakku belum punya usaha, yawes manut sama yg punya perusahaan.
setiap tindakan pasti ada resiko.
Ibu bekerja juga pasti membawa resiko. makanya jika suatu hari nanti aku sukses meniti bisnis rumahan,tak khan pernah kusia-siakan waktu bersama anak-anak.
Tuesday, July 19, 2011
Kerja Begini Terus, Bisa Bikin Aku Gila!
Status: Karyawan Tetap, sudah menetap : 11 Tahun 7 Bulan.
wah,lama..lama kalau begini terus aku gila nih.
kerja tak ada aktifitas. mendingan dirumah memantau perkembangan anak-anak.
Kapan Ya Allah, waktu indah itu akan berpihak kepadaku.
lama sekali waktu kurasakan. lama sekali suami memberikan ridho, iklas, pasrah, untuk melihat istrinya dirumah.
seringkali aku sesek hati sendiri terhadap sikap suami. kadang uring-uringan sendiri gak jelas.
tapi kupikir-pikir lagi, ngapain aku capek-capek hati ngedumel,marah-marah. kalau yang ada hanya nambahin beban pikiran. mau alasan 1001 yang diutarakan, percuma.
merengek kayak anak kecil. percuma juga.
katanya hutang lunas,saya boleh keluar kerja. tapi lain kata lagi. ini hutang dah mau lunas, tapi dah ada warning lagi. nanti kalau anak kedua mau masuk sekolah. lha, makin tambah lama aja tingkat kegilaan saya di kantor ini.
apakah setiap istri harus sabar? apakah semua wanita berkewajiban membantu suami mencari nafkah? kenapa suami zaman sekarang tidak seperti suami zaman dulu yang punya idealis tinggi menyuruh para istrinya dirumah mendidik anak-anaknya? apakah zaman semakin modern yang menuntut itu semua? aku semakin tidak mengerti,dan aku merasa menjadi wanita yang lemah tak berdaya.
aku tak bangga dengan status saat ini, sebagai wanita kantoran. kerja di kantor pencakar langit di jakarta. aku lebih bangga bila bisa mendampingi anak-anak,membuatkan sarapan pagi,bersih-bersih rumah, menyuapin anak,main ke taman bersama,bercanda bersama.
oh.tahun 2012 cepatlah datang. April saya akan mengajukan resign lagi. supaya juni saya sudah bisa dirumah.
wah,lama..lama kalau begini terus aku gila nih.
kerja tak ada aktifitas. mendingan dirumah memantau perkembangan anak-anak.
Kapan Ya Allah, waktu indah itu akan berpihak kepadaku.
lama sekali waktu kurasakan. lama sekali suami memberikan ridho, iklas, pasrah, untuk melihat istrinya dirumah.
seringkali aku sesek hati sendiri terhadap sikap suami. kadang uring-uringan sendiri gak jelas.
tapi kupikir-pikir lagi, ngapain aku capek-capek hati ngedumel,marah-marah. kalau yang ada hanya nambahin beban pikiran. mau alasan 1001 yang diutarakan, percuma.
merengek kayak anak kecil. percuma juga.
katanya hutang lunas,saya boleh keluar kerja. tapi lain kata lagi. ini hutang dah mau lunas, tapi dah ada warning lagi. nanti kalau anak kedua mau masuk sekolah. lha, makin tambah lama aja tingkat kegilaan saya di kantor ini.
apakah setiap istri harus sabar? apakah semua wanita berkewajiban membantu suami mencari nafkah? kenapa suami zaman sekarang tidak seperti suami zaman dulu yang punya idealis tinggi menyuruh para istrinya dirumah mendidik anak-anaknya? apakah zaman semakin modern yang menuntut itu semua? aku semakin tidak mengerti,dan aku merasa menjadi wanita yang lemah tak berdaya.
aku tak bangga dengan status saat ini, sebagai wanita kantoran. kerja di kantor pencakar langit di jakarta. aku lebih bangga bila bisa mendampingi anak-anak,membuatkan sarapan pagi,bersih-bersih rumah, menyuapin anak,main ke taman bersama,bercanda bersama.
oh.tahun 2012 cepatlah datang. April saya akan mengajukan resign lagi. supaya juni saya sudah bisa dirumah.
Monday, July 11, 2011
Wisata ke Taman Matahari
9 July 2011,
kita sekeluarga jalan-jalan ke Taman Matahari Bogor. Di akhir liburan anak sekolah ini,ternyata masih aja ramenya poooolll. Macetnya sudah tradisi sih kalau kita mau ke Puncak. star jam 7.15 sampai Taman Matahari sekitar pukul 10.00 siang. wah,jan panas-panasnya lagi ngetops.
Menurut saya,Taman Matahari biasa saja. Hanya murah meriah saja kali yah untuk permainan-permainannya.
Tiket masuk biasa 10.000, tapi kalau mau terusan 15.000 gratis 5 permainan. dan dapat discount 20 % untuk masuk ke Water park nya, yang kalau masuk harga normal 30.000/kepala.
Tarif permainan di Taman Matahari relatif murah,berkisar 3.000 an. Untuk makanan tidak begitu banyak pilihan. Banyak yang bawa dari rumah saya lihat, sama seperti saya.
Untuk tempat lesehan, satu tikar 10.000 seharian. murah,tapi tempatnya sangat terbatas. Karena sangat sempit.
Kesannya biasa saja. masih enak di kebon raya bogor atau nggak ragunan kalau bawa keluarga. Duduk dialam terbuka,luas,terhampar rumput hijau,pohon-pohon rindang disana-sini.
tapi bagi yang belum pernah mengunjungi Taman Matahari, sok atuh kesana,biar gak penasaran. Janag di dengar kata orang. Kalau dah lihat sendiri khan lebih afdhol.
selamat berlibur.
kita sekeluarga jalan-jalan ke Taman Matahari Bogor. Di akhir liburan anak sekolah ini,ternyata masih aja ramenya poooolll. Macetnya sudah tradisi sih kalau kita mau ke Puncak. star jam 7.15 sampai Taman Matahari sekitar pukul 10.00 siang. wah,jan panas-panasnya lagi ngetops.
Menurut saya,Taman Matahari biasa saja. Hanya murah meriah saja kali yah untuk permainan-permainannya.
Tiket masuk biasa 10.000, tapi kalau mau terusan 15.000 gratis 5 permainan. dan dapat discount 20 % untuk masuk ke Water park nya, yang kalau masuk harga normal 30.000/kepala.
Tarif permainan di Taman Matahari relatif murah,berkisar 3.000 an. Untuk makanan tidak begitu banyak pilihan. Banyak yang bawa dari rumah saya lihat, sama seperti saya.
Untuk tempat lesehan, satu tikar 10.000 seharian. murah,tapi tempatnya sangat terbatas. Karena sangat sempit.
Kesannya biasa saja. masih enak di kebon raya bogor atau nggak ragunan kalau bawa keluarga. Duduk dialam terbuka,luas,terhampar rumput hijau,pohon-pohon rindang disana-sini.
tapi bagi yang belum pernah mengunjungi Taman Matahari, sok atuh kesana,biar gak penasaran. Janag di dengar kata orang. Kalau dah lihat sendiri khan lebih afdhol.
selamat berlibur.
Monday, June 20, 2011
Saat Aku Sakit
Pagi yang cerah ini,kepala rasanya puyeng. Perut mual. Namun saya paksa untuk tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Berangkat kerja tidak ada alasan untuk mangkir,buat saya. Toh,hanya sakit begini saja. Masih bisa bergerak.
Menjelang siang, semakin terasa berat kepala, perut juga semakin mual. tapi masih bisa bertahan. Dan sampai saatnya pulang kerja.
Alhamdullilah dah sampai rumah, langsung berbaring.
Putriku memang sangat sensitif hatinya bila melihat saya sakit. Langsung dia masang body di pinggiran tempat tidur. Dan tangannya yang mungil segera memijit kepalaku,setelah saya bilang kalau ibuknya sakit kepala. Anak lelaki - anak keduaku,tidak kalah gaya. Langsung menawarkan diri untuk minum obat apa. Saya pesen untuk dibelikan Panadol warna biru. karena hanya obat bebas yang satu ini yang berani saya minum. Berlari dia ke warung depan rumah,dan memberi kabar kalau obat yang saya pesan tidak ada. Beractinglah si putri sulungku,untuk membelikan ke warung yang lebih jauh.
Mualpun tak tertahankan, akhirnya apa yang saya makan dari pagi sampai sore harus keluar semua. Lumayan lega. Putri sulungku sudah siap dengan segelas air putih dan obat di tangan di depan kamar mandi,menunggu mual saya selesai.
Ohhh,sungguh bahagia. di titipkan amanah yang luar biasa perhatian kepada orang tuanya. Malam-malam si sulung sudah siap untuk memberikan kerokkan.
Alhamdullilah sudah sembuh.
Menjelang siang, semakin terasa berat kepala, perut juga semakin mual. tapi masih bisa bertahan. Dan sampai saatnya pulang kerja.
Alhamdullilah dah sampai rumah, langsung berbaring.
Putriku memang sangat sensitif hatinya bila melihat saya sakit. Langsung dia masang body di pinggiran tempat tidur. Dan tangannya yang mungil segera memijit kepalaku,setelah saya bilang kalau ibuknya sakit kepala. Anak lelaki - anak keduaku,tidak kalah gaya. Langsung menawarkan diri untuk minum obat apa. Saya pesen untuk dibelikan Panadol warna biru. karena hanya obat bebas yang satu ini yang berani saya minum. Berlari dia ke warung depan rumah,dan memberi kabar kalau obat yang saya pesan tidak ada. Beractinglah si putri sulungku,untuk membelikan ke warung yang lebih jauh.
Mualpun tak tertahankan, akhirnya apa yang saya makan dari pagi sampai sore harus keluar semua. Lumayan lega. Putri sulungku sudah siap dengan segelas air putih dan obat di tangan di depan kamar mandi,menunggu mual saya selesai.
Ohhh,sungguh bahagia. di titipkan amanah yang luar biasa perhatian kepada orang tuanya. Malam-malam si sulung sudah siap untuk memberikan kerokkan.
Alhamdullilah sudah sembuh.
Tuesday, June 14, 2011
Tiba-tiba Ingat Emak
Apasih yang paling ada dalam pikiran kita,tentang sosok Emak/Ibu/Mama/Umi/....
Saat Setelah Aku di sebut Ibu:
yah,benar. saat pertama kali saya melahirkan seorang gadis manis,di temani oleh emak. Emak lari keluar ruang bersalin, katanya gak tega melihat saya menanti brojolnya sang jabang bayi. Ikut mulas jadinya.mak..mak,ada -ada saja.
Aku baru sadar beratnya perjuangan melahirkan. Sakit yang melilit-lilit,bahkan hampir saja putus asa. oh...begini rasanya pasti dulu saat emak melahirkanku. Kenapa saya dulu berani sama Emakku. sungguh anak yang bodoh sekali saya. Astaghfirullahalladzin. Ampuni aku ya Rabb. Aku berjanji tak akan mengulangi kesalahan lagi kepada Emakku.
Pulang Malam:
malam itu hujan rintik-rintik. seperti biasa aku pulang dari kerja sampai larut malam. biasanya selarut-larutnya pukul 22 malam. suasana kampungku memang sepi. apalagi ada batas antara rumah kampung sama tembok komplek ABRI.
sedikit kawatir pasti ada. Takut di hipnotis:). Kulihat ada bayangan dari kejauhan. tidak terlihat terang,karena lampu jalanan tidak seperti di Jakarta pastinya. Payung Emak. iya, hatiku lega tapi kasihan. Emakku sayang Emakku malang. di gerimis malam itu, seharusnya Engkau sudah tidur lelap, Engkau masih harus mau tidak mau memikirkanku. menjemputku. memayungiku. oh...sedang apa sekarang Emakku.
Kurangajar:
seumur-umur cukup sekali aku merasakan panasnya sentuhan tangan Emak di Pipiku. Tapi emang pantas. Saat itu,bapak minta di carikan sepatunya. Emak klimpungan ikut nyari-nyari. Aku dapat sepatu Bapak. ada satu kata yang terucap dari bibir kotor ini :
"Emakke khi ra nggenah, lha iki sepatune" ( bhs ind: Emak ini gak bener, ini lho sepatunya).
Plak... saya juga kaget. kenapa pipiku di tampar sama Emak. Ternyata kata-kata saya tidak sopan terhadap orang tua. Dari saat itu,saya lebih berhati-hati berbicara sama orang tua.
Bapak Marah, Emak Memelas
Aku dan mbakyuku main ke rumah temen. memang sampai larut malam. Di Semarang pukul 21.00 sudah di anggap tabu untuk anak gadis keluar rumah. dan itu terbawa sampai saya segede ini lho:).
Kita main juga untuk cari info pekerjaan. Tanya lowongan sana-sini.bukan buat yang aneh-aneh. Tapi Bapak marah besar. Saya and Mbakyuku di kunciin pintu. Tidak boleh masuk rumah. alhasil kita berdua, duduk di luar pintu belakang. Serem, gelap, sepi.
Emak, gak tega. dengan pelan-pelan emak membukakan pintu belakang. terdengar suara Bapak dari dalam, " gak usah di bukain Mak. Awas kowe.
Tapi Emak tetep aja nglawan perintah Bapak. lha kalo gak dibukain,apa yo aku suruh jaga pintu sampai pagi.
sambil pura-pura marah, emak nyuruh kami masuk kamar. Emak..Bapak...aku tahu, kemarahanmu karena kecintaanmu pada kami.
masih banyak lagi kenangan Emakku.
yang pasti Emakku paling hebat.
Saat Setelah Aku di sebut Ibu:
yah,benar. saat pertama kali saya melahirkan seorang gadis manis,di temani oleh emak. Emak lari keluar ruang bersalin, katanya gak tega melihat saya menanti brojolnya sang jabang bayi. Ikut mulas jadinya.mak..mak,ada -ada saja.
Aku baru sadar beratnya perjuangan melahirkan. Sakit yang melilit-lilit,bahkan hampir saja putus asa. oh...begini rasanya pasti dulu saat emak melahirkanku. Kenapa saya dulu berani sama Emakku. sungguh anak yang bodoh sekali saya. Astaghfirullahalladzin. Ampuni aku ya Rabb. Aku berjanji tak akan mengulangi kesalahan lagi kepada Emakku.
Pulang Malam:
malam itu hujan rintik-rintik. seperti biasa aku pulang dari kerja sampai larut malam. biasanya selarut-larutnya pukul 22 malam. suasana kampungku memang sepi. apalagi ada batas antara rumah kampung sama tembok komplek ABRI.
sedikit kawatir pasti ada. Takut di hipnotis:). Kulihat ada bayangan dari kejauhan. tidak terlihat terang,karena lampu jalanan tidak seperti di Jakarta pastinya. Payung Emak. iya, hatiku lega tapi kasihan. Emakku sayang Emakku malang. di gerimis malam itu, seharusnya Engkau sudah tidur lelap, Engkau masih harus mau tidak mau memikirkanku. menjemputku. memayungiku. oh...sedang apa sekarang Emakku.
Kurangajar:
seumur-umur cukup sekali aku merasakan panasnya sentuhan tangan Emak di Pipiku. Tapi emang pantas. Saat itu,bapak minta di carikan sepatunya. Emak klimpungan ikut nyari-nyari. Aku dapat sepatu Bapak. ada satu kata yang terucap dari bibir kotor ini :
"Emakke khi ra nggenah, lha iki sepatune" ( bhs ind: Emak ini gak bener, ini lho sepatunya).
Plak... saya juga kaget. kenapa pipiku di tampar sama Emak. Ternyata kata-kata saya tidak sopan terhadap orang tua. Dari saat itu,saya lebih berhati-hati berbicara sama orang tua.
Bapak Marah, Emak Memelas
Aku dan mbakyuku main ke rumah temen. memang sampai larut malam. Di Semarang pukul 21.00 sudah di anggap tabu untuk anak gadis keluar rumah. dan itu terbawa sampai saya segede ini lho:).
Kita main juga untuk cari info pekerjaan. Tanya lowongan sana-sini.bukan buat yang aneh-aneh. Tapi Bapak marah besar. Saya and Mbakyuku di kunciin pintu. Tidak boleh masuk rumah. alhasil kita berdua, duduk di luar pintu belakang. Serem, gelap, sepi.
Emak, gak tega. dengan pelan-pelan emak membukakan pintu belakang. terdengar suara Bapak dari dalam, " gak usah di bukain Mak. Awas kowe.
Tapi Emak tetep aja nglawan perintah Bapak. lha kalo gak dibukain,apa yo aku suruh jaga pintu sampai pagi.
sambil pura-pura marah, emak nyuruh kami masuk kamar. Emak..Bapak...aku tahu, kemarahanmu karena kecintaanmu pada kami.
masih banyak lagi kenangan Emakku.
yang pasti Emakku paling hebat.
Tuesday, May 10, 2011
Memberikan kasih sayang penuh
Apakabar Pren,
aku mau curhat nih. Curhatnya agak Panjang. Jangan bosan yah.
sebetulnya aku dah bosan sebosannya kerja. aku dah pengen banget berada dirumah,ngurus anak-anak. Kasihan kalau melihat mereka selalu berganti-ganti pengasuh.
dan setiap melihat saya pulang dari kantor, mereka bertiga selalu berebutan untuk minta berada di gendongan saya. karena ibunya hanya satu dan anaknya tiga,walhasil nangis pasti.
lucu sih. tapi kasihan. yah...jadinya satu-satu aku gendong.meski sebentar.
yg paling lama pastinya yg paling bontot.
aku boleh keluar kalau hutang di Bank sudah lunas. itu kata suami.
dibolak-balik otak ini, sabar gak yah. masih oktober 2011 ini lunasnya.
ya wes,tak sabar-sabarin. asal jangan kelamaan juga ya yah. kasihan anak-anak. ya semuanya juga demi anak-anak,tapi khan anak-anak lebih berharga pastinya ketimbang bangun rumah lagi, beli ini itu.iya toh:).
hari ini aku sedih, pengasuh yang saya percaya telah melukai kepercayaanku. tanpa sengaja aku melihat dia sudah berani menyembunyikan uangku. selama ini saya tidak pernah berpikiran hal yang buruk. kalau ada uang ilang,pikiran saya hanya"akh..mungkin aku salah itung".
aku menghindari yang namanya buruk sangka.
tapi kalau sudah begini,gimana yah. untuk menghindari buruk sangka terus menerus,aku mau ganti pengasuh saja. cuma problemnya gak gampang cari pengasuh baru.
Ya Allah, sesuatu yg buruk menurutku belum tentu buruk menurut Engkau. dan sesuatu yang baik menurutku belum tentu Baik Menurut Engkau. Maka berikan yang terbaik menurutMu ya Allah.
sambung lagi suatu hari nanti
semoga sudah bahagia kabar yg di curhatkan.
aku mau curhat nih. Curhatnya agak Panjang. Jangan bosan yah.
sebetulnya aku dah bosan sebosannya kerja. aku dah pengen banget berada dirumah,ngurus anak-anak. Kasihan kalau melihat mereka selalu berganti-ganti pengasuh.
dan setiap melihat saya pulang dari kantor, mereka bertiga selalu berebutan untuk minta berada di gendongan saya. karena ibunya hanya satu dan anaknya tiga,walhasil nangis pasti.
lucu sih. tapi kasihan. yah...jadinya satu-satu aku gendong.meski sebentar.
yg paling lama pastinya yg paling bontot.
aku boleh keluar kalau hutang di Bank sudah lunas. itu kata suami.
dibolak-balik otak ini, sabar gak yah. masih oktober 2011 ini lunasnya.
ya wes,tak sabar-sabarin. asal jangan kelamaan juga ya yah. kasihan anak-anak. ya semuanya juga demi anak-anak,tapi khan anak-anak lebih berharga pastinya ketimbang bangun rumah lagi, beli ini itu.iya toh:).
hari ini aku sedih, pengasuh yang saya percaya telah melukai kepercayaanku. tanpa sengaja aku melihat dia sudah berani menyembunyikan uangku. selama ini saya tidak pernah berpikiran hal yang buruk. kalau ada uang ilang,pikiran saya hanya"akh..mungkin aku salah itung".
aku menghindari yang namanya buruk sangka.
tapi kalau sudah begini,gimana yah. untuk menghindari buruk sangka terus menerus,aku mau ganti pengasuh saja. cuma problemnya gak gampang cari pengasuh baru.
Ya Allah, sesuatu yg buruk menurutku belum tentu buruk menurut Engkau. dan sesuatu yang baik menurutku belum tentu Baik Menurut Engkau. Maka berikan yang terbaik menurutMu ya Allah.
sambung lagi suatu hari nanti
semoga sudah bahagia kabar yg di curhatkan.
Monday, April 25, 2011
Menunda Kesenangan
Entahlah,
mungkin pemikiran saya agak sedikit berbeda dengan teman-teman kerja disini.
saya lebih banyak memikirkan apa yang bisa saya lakukan untuk segera bisa punya usaha sendiri. Saya coba fokus di dunia fashion. Gregetan kalau lihat baju-baju bagus harganya selangit. Padahal kalau saya taksir bisa-bisa hanya 1/3 nya saja modal pembuatannya.
Jalan-jalan ke Luar Negri?
tadinya mau ikut sih, tapi daripada jalan-jalan dulu,mending buat beli mesin obras:).
biarlah aku menunda untuk menikmati hidup senang terlebih dahulu.
yang pasti fokus ke usaha saat ini.
doakan teman,
sukses Dunia Akhirat yah.
mungkin pemikiran saya agak sedikit berbeda dengan teman-teman kerja disini.
saya lebih banyak memikirkan apa yang bisa saya lakukan untuk segera bisa punya usaha sendiri. Saya coba fokus di dunia fashion. Gregetan kalau lihat baju-baju bagus harganya selangit. Padahal kalau saya taksir bisa-bisa hanya 1/3 nya saja modal pembuatannya.
Jalan-jalan ke Luar Negri?
tadinya mau ikut sih, tapi daripada jalan-jalan dulu,mending buat beli mesin obras:).
biarlah aku menunda untuk menikmati hidup senang terlebih dahulu.
yang pasti fokus ke usaha saat ini.
doakan teman,
sukses Dunia Akhirat yah.
Monday, March 7, 2011
Fokus Pada Kangkung
pertemuan saat ada hajatan deket rumah, dipertemukanlah aku dengan Bu Haji yang tiap hari juga ketemu di Warung Sayur tiap pagi.
Aku: Eh Bu Haji, sendirian Bu, nggak sama Bapaknya?
Bu Haji: Iya neng, Bapaknya capek habis dari kebun.
Aku:Kebunnya dimana Bu haji, jauh ya?
Bu Haji: Di Kelapa Gading, ada sekitar 1,5 Hektar.
saya lalu mambayangkan lahan 1.5 hektar yang luas sekali. Wah Hebat, Bu haji punya lahan luas banget, pantesan bisa naik Haji.
Aku: Di tanemin apa Bu , Kebunnya.
Bu Haji: Hanya Kangkung Neng.
Ha..hanya kangkung, rugi amat kebun seluas itu hanya di tanemin kangkung. Pikir primitifku.
Bu Haji: Enak neng, kangkung tidak perlu nanem-nanem terus, hanya sekali nanem panennya terus-terusan.
Aku: kok bisa Bu Haji?
Bu Haji: Ini jenis kangkung rambat neng, bukan kangkung akar.
jadi disini di panen hari ini,besok panen yang sebelah sana,dan terus begitu tiap hari.
Aku: Jadi tiap hari berapa yang dihasilkan Bu haji?
Bu haji:itungannya per pondok, satu pondok 8.000. sehari bisa 160 pondok.
yah tinggal kalikan 8.000x 160 sekitar 1.280.000 itu kotor.
Bu Haji: saya juga nggaji anak saya tiap bulan 3.000.000
wih, gajinya mantap ,untuk seorang tukang sayur.
Bu haji: Kapan-kapan mampir neng kerumah, saya kenalin sama Bapak.
yah itulah pertemuan saya dengan Bu Haji.
Fokus Hanya Pada Kangkung,hasilnya mantap.
Dilanjut lain hari Bu Haji,
Insyaallah mau silaturahmi kerumah.
Aku: Eh Bu Haji, sendirian Bu, nggak sama Bapaknya?
Bu Haji: Iya neng, Bapaknya capek habis dari kebun.
Aku:Kebunnya dimana Bu haji, jauh ya?
Bu Haji: Di Kelapa Gading, ada sekitar 1,5 Hektar.
saya lalu mambayangkan lahan 1.5 hektar yang luas sekali. Wah Hebat, Bu haji punya lahan luas banget, pantesan bisa naik Haji.
Aku: Di tanemin apa Bu , Kebunnya.
Bu Haji: Hanya Kangkung Neng.
Ha..hanya kangkung, rugi amat kebun seluas itu hanya di tanemin kangkung. Pikir primitifku.
Bu Haji: Enak neng, kangkung tidak perlu nanem-nanem terus, hanya sekali nanem panennya terus-terusan.
Aku: kok bisa Bu Haji?
Bu Haji: Ini jenis kangkung rambat neng, bukan kangkung akar.
jadi disini di panen hari ini,besok panen yang sebelah sana,dan terus begitu tiap hari.
Aku: Jadi tiap hari berapa yang dihasilkan Bu haji?
Bu haji:itungannya per pondok, satu pondok 8.000. sehari bisa 160 pondok.
yah tinggal kalikan 8.000x 160 sekitar 1.280.000 itu kotor.
Bu Haji: saya juga nggaji anak saya tiap bulan 3.000.000
wih, gajinya mantap ,untuk seorang tukang sayur.
Bu haji: Kapan-kapan mampir neng kerumah, saya kenalin sama Bapak.
yah itulah pertemuan saya dengan Bu Haji.
Fokus Hanya Pada Kangkung,hasilnya mantap.
Dilanjut lain hari Bu Haji,
Insyaallah mau silaturahmi kerumah.
Monday, January 31, 2011
Memori Masa Kecilku
Memori yang masih tersimpan jelas di otak saya,saat masih anak-anak sampai menginjak remaja.
SD - saya masuk tahun 1983 usiaku waktu itu baru 5 tahun 11 bulan. sebetulnya tidak boleh masuk SD, karena masuk SD usia harus 7 tahun pada bulan Juli. Nangis di depan Bu Kepala Sekolah- akhirnya Bu Kepala sekolah mengijinkan ikut sekolah, tapi bukan SD ya..Kata Beliau" Ikut yang TK dulu saja".
alih-alih di TK hanya kurang dari 1 minggu saja. Karena kata Bu Guru, saya sudah sanggup untuk masuk SD. Wah,bahagianya.
mulailah aktifitas di kelas 1 SDN srondol 3-4,semarang.
Saya mungkin murid yang pendiam dan agak sedikit pemalu. tapi tetap punya sahabat. Saya punya sahabat namanya Yulia Risma Misnawati. ANaknya orang yah lumayan kaya saat itu. Cantik dan baik. Meskipun kita berbeda keyakinan, tapi tetap baik. Pernah suatu hari di SD ku mengadakan acara wisata ke parangtritis. Saya tidak punya uang. tidak berani ikut. Tapi si Yulia, ngotot saya harus ikut,bahkan dia yang akan bayarin. Akhirnya ikut juga sih. dibantu bayarnya sama saudara:).
Enaknya masa SD sulu, saat dapat jatah harus masuk siang. kebetulan ada beberapa hari yang pulangnya cepet,sekitar jam 16.00 ,masih ada waktu lagi untuk main kasti. atau istilah kerennya sekarang main softboll. wes,sama temen-temen sekelas juga, sampai sore deh,gak kerasa.
SMP- saya SMP di swasta tepatnya di SMP Kartika candra . sebenernya aku bisa saja masuk SMP Negri,tapi ortu tidak mengijinkan karena harus nyebrang jalan besar. Ya udah,jalankan saja. SMP aku sudah tidak begitu pemalu. biasa saja. soal taksir-taksiran:). aku naksir temen sekelas:). tapi gak berani ngomong,hanya di dalam hati saja. Pas kebetulan namaku dan namanya berabjad depan sama yaitu huruf S, maka sering duduk berdekatan kalau pas ujian. Anaknya baik. Aku bisa di bahasa daerah dan matematika. Si Dia bisa di Fisika, Biologi. nah, ada saling mengisi. antara aku dan dia. Di SMP lumayan lah, masuk 10 besar. sampai SMP gak pernah mikirin mau punya cowok. yah,hanya cinta monyet saja. dan itupun gak berani ngomong.
SMEA- di Widya Praja Ungaran. aku terpilih menjadi jurusan akuntansi. tapi emang ini yang aku suka. memcahkan angka memang sangat mengasyikkan. di SMEA aku juga gak mau pacaran,meskipun ada aja yg ngajakin pacaran. Ada juga guru akuntansi yang naksir:). sampai-sampai kalau ngajar di kelas,dia deket-deketin aku, dan pernah suatu saat dia gak bisa kontrol kali, tiba-tiba tangannya ingin memegang tanganku. sontak aku kaget dan" Pak, ada apa??". dia malu dan "gak pa...pa". waduhhhh
aku jadi gadis kesayangannya. kalau saya telat,dipersilahkan masuk. tapi kalau yg lain yang telat ,jangan tanya disuruh keluar ngitung ubin dari ujung ke ujung. wkwkwkwkw. Pak..pak,ada-ada saja.
ya itulah sepenggal memori masa anak-anak-sampai remaja.
gadis lugu yang takut pacaran.:).
SD - saya masuk tahun 1983 usiaku waktu itu baru 5 tahun 11 bulan. sebetulnya tidak boleh masuk SD, karena masuk SD usia harus 7 tahun pada bulan Juli. Nangis di depan Bu Kepala Sekolah- akhirnya Bu Kepala sekolah mengijinkan ikut sekolah, tapi bukan SD ya..Kata Beliau" Ikut yang TK dulu saja".
alih-alih di TK hanya kurang dari 1 minggu saja. Karena kata Bu Guru, saya sudah sanggup untuk masuk SD. Wah,bahagianya.
mulailah aktifitas di kelas 1 SDN srondol 3-4,semarang.
Saya mungkin murid yang pendiam dan agak sedikit pemalu. tapi tetap punya sahabat. Saya punya sahabat namanya Yulia Risma Misnawati. ANaknya orang yah lumayan kaya saat itu. Cantik dan baik. Meskipun kita berbeda keyakinan, tapi tetap baik. Pernah suatu hari di SD ku mengadakan acara wisata ke parangtritis. Saya tidak punya uang. tidak berani ikut. Tapi si Yulia, ngotot saya harus ikut,bahkan dia yang akan bayarin. Akhirnya ikut juga sih. dibantu bayarnya sama saudara:).
Enaknya masa SD sulu, saat dapat jatah harus masuk siang. kebetulan ada beberapa hari yang pulangnya cepet,sekitar jam 16.00 ,masih ada waktu lagi untuk main kasti. atau istilah kerennya sekarang main softboll. wes,sama temen-temen sekelas juga, sampai sore deh,gak kerasa.
SMP- saya SMP di swasta tepatnya di SMP Kartika candra . sebenernya aku bisa saja masuk SMP Negri,tapi ortu tidak mengijinkan karena harus nyebrang jalan besar. Ya udah,jalankan saja. SMP aku sudah tidak begitu pemalu. biasa saja. soal taksir-taksiran:). aku naksir temen sekelas:). tapi gak berani ngomong,hanya di dalam hati saja. Pas kebetulan namaku dan namanya berabjad depan sama yaitu huruf S, maka sering duduk berdekatan kalau pas ujian. Anaknya baik. Aku bisa di bahasa daerah dan matematika. Si Dia bisa di Fisika, Biologi. nah, ada saling mengisi. antara aku dan dia. Di SMP lumayan lah, masuk 10 besar. sampai SMP gak pernah mikirin mau punya cowok. yah,hanya cinta monyet saja. dan itupun gak berani ngomong.
SMEA- di Widya Praja Ungaran. aku terpilih menjadi jurusan akuntansi. tapi emang ini yang aku suka. memcahkan angka memang sangat mengasyikkan. di SMEA aku juga gak mau pacaran,meskipun ada aja yg ngajakin pacaran. Ada juga guru akuntansi yang naksir:). sampai-sampai kalau ngajar di kelas,dia deket-deketin aku, dan pernah suatu saat dia gak bisa kontrol kali, tiba-tiba tangannya ingin memegang tanganku. sontak aku kaget dan" Pak, ada apa??". dia malu dan "gak pa...pa". waduhhhh
aku jadi gadis kesayangannya. kalau saya telat,dipersilahkan masuk. tapi kalau yg lain yang telat ,jangan tanya disuruh keluar ngitung ubin dari ujung ke ujung. wkwkwkwkw. Pak..pak,ada-ada saja.
ya itulah sepenggal memori masa anak-anak-sampai remaja.
gadis lugu yang takut pacaran.:).
Sunday, January 23, 2011
Berusaha Apa Adanya
Dalam menjalani Hidup, aku senantiasa berusaha apa adanya. Tapi kalau dianggap harus diada-adakan dan sifatnya tidak untuk memperlihatkan kekayaan atau gaya hidup ,aku bela-belain utang juga:).
Masih ingat, pada jamannya HP masih begitu terlihat Exlusif. yang duit berlebih aja yang bisa beli. Jangankan untuk beli HP, untuk bayar kos-kosan dan kuliah saja kalau sudah ada dah berterimakasih banget.
"Mbak,no HP nya berapa? tanya salah satu temen".
sambil senyum-senyum gak jelas, kujawab aja. " belum sempet beli HP :).
tapi khan diriku gak nyusahin orang meskipun gak punya HP.
masih ingat kapan bisa beli HP?
ingat sekali. saya malah pertama punya HP karena dapat Doorprice dari acara kantor thn 2004. Dan HP itu awettttt sekali. meskipun dah gak gaul lagi typenya. Sony ericson C58kalau gak salah,sampaek akhirnya 3 tahun sudah itu HP harus berantakan karena di banting sama my baby. ya sudah...mulailah berburu HP baru tapi tetep HP yg gak gaul ,murah meriah. Yang penting bisa buat terima tlp, sms, Telepon.
Jujur kalau soal kemajuan tecnology seperti saat ini sedang demam blackberry dari yang paling mahal sampai harga yg semakin di banting-banting, aku juga belum tertarik untuk memilikinya. Gak pengen kayak temen-temen yang lain,kayaknya keren gitu kalau dah bilang" Nanti aku BB ya:)"
Biasa saja. tidak ada yang menarik dari BB. mungkin karena type saya yang Apa Adanya,jadi tidak ambil pusing. Gak ada HP manapun saya juga bisa hidup. Jadi no problem buat saya.HP saya saat ini juga masih jadul punya kok. Nokia yang harga 250rb an. Tapi happy.
Namun ,kalau untuk investasi emang saya mati-matian. Dalam otak saya lebih tergiur dengan investasi jangka panjang ketimbang hanya korban mode saja. Mode yang hanya sesaat. sementara perjalanan yang akan datang lebih harus dipersiapkan.
apalagi bagi karyawan swasta seperti aku ini. Kalau tidak punya investasi untuk menghadapi pensiun nanti,apa kata dunia. Aku tak mau hidup minta-minta sama anak. Pelajaran dari Bapak saya. Bapak saya tidak pernah meminta sama anaknya. Beliau malah yang ngasih ke Anak-anaknya.
Aku juga bukan type manusia yang malu dengan keadaan. Rumah di tengah Jakarta yang jalannya hanya bisa dilewati satu motor,dan berhimpitan kanan-kiri dengan tetangga. Udara yang susah masuk karena saking deketnya tembik rumah tetangga. Tapi bersyukur masih punya rumah sendiri. Daripada ngontrak. Uang untuk bayar kontrakkan gak jelas. Karena tiap bulan nyicil tapi gak jadi milik:).
senang sudah mandiri. Dan tetap Apa Adanya.
yang diminta tetep menapaki jalan yang lurus seperti jalan yang di lalui Nabi Besar Muhammad SAW. pengennya juga jadi pedagang. Tapi pelan-pelan. gak mau grusa-grusu lagi. Biar antara kami ada yang jadi karyawan dan yang lain jadi pengusaha.
Tetap senyum meskipun Hidup Apa Adanya.
Masih ingat, pada jamannya HP masih begitu terlihat Exlusif. yang duit berlebih aja yang bisa beli. Jangankan untuk beli HP, untuk bayar kos-kosan dan kuliah saja kalau sudah ada dah berterimakasih banget.
"Mbak,no HP nya berapa? tanya salah satu temen".
sambil senyum-senyum gak jelas, kujawab aja. " belum sempet beli HP :).
tapi khan diriku gak nyusahin orang meskipun gak punya HP.
masih ingat kapan bisa beli HP?
ingat sekali. saya malah pertama punya HP karena dapat Doorprice dari acara kantor thn 2004. Dan HP itu awettttt sekali. meskipun dah gak gaul lagi typenya. Sony ericson C58kalau gak salah,sampaek akhirnya 3 tahun sudah itu HP harus berantakan karena di banting sama my baby. ya sudah...mulailah berburu HP baru tapi tetep HP yg gak gaul ,murah meriah. Yang penting bisa buat terima tlp, sms, Telepon.
Jujur kalau soal kemajuan tecnology seperti saat ini sedang demam blackberry dari yang paling mahal sampai harga yg semakin di banting-banting, aku juga belum tertarik untuk memilikinya. Gak pengen kayak temen-temen yang lain,kayaknya keren gitu kalau dah bilang" Nanti aku BB ya:)"
Biasa saja. tidak ada yang menarik dari BB. mungkin karena type saya yang Apa Adanya,jadi tidak ambil pusing. Gak ada HP manapun saya juga bisa hidup. Jadi no problem buat saya.HP saya saat ini juga masih jadul punya kok. Nokia yang harga 250rb an. Tapi happy.
Namun ,kalau untuk investasi emang saya mati-matian. Dalam otak saya lebih tergiur dengan investasi jangka panjang ketimbang hanya korban mode saja. Mode yang hanya sesaat. sementara perjalanan yang akan datang lebih harus dipersiapkan.
apalagi bagi karyawan swasta seperti aku ini. Kalau tidak punya investasi untuk menghadapi pensiun nanti,apa kata dunia. Aku tak mau hidup minta-minta sama anak. Pelajaran dari Bapak saya. Bapak saya tidak pernah meminta sama anaknya. Beliau malah yang ngasih ke Anak-anaknya.
Aku juga bukan type manusia yang malu dengan keadaan. Rumah di tengah Jakarta yang jalannya hanya bisa dilewati satu motor,dan berhimpitan kanan-kiri dengan tetangga. Udara yang susah masuk karena saking deketnya tembik rumah tetangga. Tapi bersyukur masih punya rumah sendiri. Daripada ngontrak. Uang untuk bayar kontrakkan gak jelas. Karena tiap bulan nyicil tapi gak jadi milik:).
senang sudah mandiri. Dan tetap Apa Adanya.
yang diminta tetep menapaki jalan yang lurus seperti jalan yang di lalui Nabi Besar Muhammad SAW. pengennya juga jadi pedagang. Tapi pelan-pelan. gak mau grusa-grusu lagi. Biar antara kami ada yang jadi karyawan dan yang lain jadi pengusaha.
Tetap senyum meskipun Hidup Apa Adanya.
Thursday, January 20, 2011
Harapanku untuk masa depanmu
Ya Gusti Allah engkang nggenggem uripku lan kabeh sing urip ning ndonyo iki' kalau boleh aku meminta , jadikan anak - anak yang Engkau titipkan kepada kami, kelak jadikan anak-anak yang sholeh dan sholeha.
Dan berharap nanti kalau sudah bisa menentukan arah tujuan keinginan,
aku minta salah satu anakku ada yang menjadi Guru. Guru yang bisa menaburkan ilmu kebaikan untuk dunia dan akhirat. Guru yang bisa dibuat panutan. Guru yang tidak hanya bisa di Gugu lan Di tiru saja tapi Guru yang bisa memberikan kecintaannya dengan pendidikan. Guru yang tidak matrialis. Guru yang jujur dalam setiap kata dan tindakan.
Aku minta lagi salah satu dari anakku yang lain bisa menjadi Pengusaha Besar dan sukses dunia akhirat. Pengusaha yang jujur. Pengusaha yang selalu mengutamakan Hati yang bicara bukan hanya uang yang dicari.Pengusaha yang bisa memberikan pengayoman buat karyawannya. Tidak perlu jadi orang yang harus dihormati dan di segani. Cukup di sayangi dan dicintai akan terasa lebih indah.
Aku minta lagi salah satu dari anakku yang lain lagi bisa menjadi pencerah agama Islam. Ahli agama. Agama yang sesuai dengan syariah Islam secara benar. Menjadi Ulama atau ustadzah yang bisa menjadi rujukan kaum muslimin dan muslimat yang membutuhkan pencerahan ajaran Agama yang dirahmati Allah Ini.
itulah keinginan dari seorang Ibu. Ibu yang masih harus terus belajar. belajar dalam kehidupan ini.
Dan berharap nanti kalau sudah bisa menentukan arah tujuan keinginan,
aku minta salah satu anakku ada yang menjadi Guru. Guru yang bisa menaburkan ilmu kebaikan untuk dunia dan akhirat. Guru yang bisa dibuat panutan. Guru yang tidak hanya bisa di Gugu lan Di tiru saja tapi Guru yang bisa memberikan kecintaannya dengan pendidikan. Guru yang tidak matrialis. Guru yang jujur dalam setiap kata dan tindakan.
Aku minta lagi salah satu dari anakku yang lain bisa menjadi Pengusaha Besar dan sukses dunia akhirat. Pengusaha yang jujur. Pengusaha yang selalu mengutamakan Hati yang bicara bukan hanya uang yang dicari.Pengusaha yang bisa memberikan pengayoman buat karyawannya. Tidak perlu jadi orang yang harus dihormati dan di segani. Cukup di sayangi dan dicintai akan terasa lebih indah.
Aku minta lagi salah satu dari anakku yang lain lagi bisa menjadi pencerah agama Islam. Ahli agama. Agama yang sesuai dengan syariah Islam secara benar. Menjadi Ulama atau ustadzah yang bisa menjadi rujukan kaum muslimin dan muslimat yang membutuhkan pencerahan ajaran Agama yang dirahmati Allah Ini.
itulah keinginan dari seorang Ibu. Ibu yang masih harus terus belajar. belajar dalam kehidupan ini.
Sunday, January 9, 2011
Tuhan Inilah Proposal Hidupku
Tahun 2011 sudah datang. Aku niat akan melakukan perubahan yang lebih baik. Kalau tahun ini aku masih harus menjadi karyawan, yang pasti harus menjadi karyawan yang bertanggung jawab. Karyawan yang lebih baik,lebih bijaksana,lebih pintar.
Kenapa harus bikin catatan seperti ini?
pelajaran ini saya dapat dari Pak Jamil Azaini
Motivator yang pernah saya lihat dan saya dengarkan langsung suara merdunya saat mengisi acara Milat TDA 3. memang benar, membuat proposal hidup lebih hidup terasa. Hidup ada tujuan-tujuan yang ingin dicapai. gak ngambang dan melayang-layang kayak layangan terbang.
Dalam tahun 2011 ,inilah yang ingin saya capai:
1. Melunasi hutang-hutang uang.
2. Menabung / investasi Emas sebanyak 20gr.
3. Merintis usaha Butik Rumahan Unik dan special. Koleksi Hanum labelnya. Hanum dari singkatan nama ketiga anak-anak kami( Haikal,Hanin dan Arrum)
4. Jalan-jalan bersama keluarga ke Borobudur, meskipun saya orang jawa yang tinggal deket magelang-borobudur, tapi kok malu-maluin belum pernah kesana. sampai-sampai Borobudur kena abu gunung merapi. semoga tahun ini kesampaian.
5. Usaha Cuci motor di bangun kembali.
6. Belajar stir Mobil sampai bisa.
7. Usaha Kuliner.
8. Target pendapatan dari tiap usaha minimal 1.000.000 per bulan.
nah itu target hidup untuk diri, kalau target keluar kerja kapan dong jeng?
itu sudah ada diotak saya sejak lama, namun belum berani target. Bukannya gak percaya rezeki Allah. Tapi saya tetap harus menginjak bumi. Karena pasangan hidup saya yang akan terjun bebas terlebih dahulu untuk tahun ini, untuk mewujudkan sebagian mimpi kami yaitu membangun usaha cuci motor dan kuliner terlebih dahulu,maka kami putuskan saya masih dijalur nyaman.
Target tetap ada, anak saya yang nomor 2 masuk TK A ,maka saya akan ajukan resign.
Tahun 2012 bulan juli, setelah dapat bonus akhir tahun dan THR. Lumayan nambahin modal:)
And kalau dah dapat uang jasa, target mau bikin sertifikat tanah yang di depok.
Target juga nih bisa jalan-jalan ke Bali. Tapi Bali masih harus sabar dikit, tahun depan paling lambat lah aku nengok tanah lot,ubut,kintamani,sukowati,bebek bengil, dll,daerah yang dianggap istimewa disana. wuihhh mantap. kapan lagi:). 7 harilah dibali maximal. biar puas.
setelah Bali,adalagi daerah yang ingin saya kunjungi yaitu: Pangandaran.
selamat datang 2011.
Saya Pasti Akan Lebih Baik.
Kenapa harus bikin catatan seperti ini?
pelajaran ini saya dapat dari Pak Jamil Azaini
Motivator yang pernah saya lihat dan saya dengarkan langsung suara merdunya saat mengisi acara Milat TDA 3. memang benar, membuat proposal hidup lebih hidup terasa. Hidup ada tujuan-tujuan yang ingin dicapai. gak ngambang dan melayang-layang kayak layangan terbang.
Dalam tahun 2011 ,inilah yang ingin saya capai:
1. Melunasi hutang-hutang uang.
2. Menabung / investasi Emas sebanyak 20gr.
3. Merintis usaha Butik Rumahan Unik dan special. Koleksi Hanum labelnya. Hanum dari singkatan nama ketiga anak-anak kami( Haikal,Hanin dan Arrum)
4. Jalan-jalan bersama keluarga ke Borobudur, meskipun saya orang jawa yang tinggal deket magelang-borobudur, tapi kok malu-maluin belum pernah kesana. sampai-sampai Borobudur kena abu gunung merapi. semoga tahun ini kesampaian.
5. Usaha Cuci motor di bangun kembali.
6. Belajar stir Mobil sampai bisa.
7. Usaha Kuliner.
8. Target pendapatan dari tiap usaha minimal 1.000.000 per bulan.
nah itu target hidup untuk diri, kalau target keluar kerja kapan dong jeng?
itu sudah ada diotak saya sejak lama, namun belum berani target. Bukannya gak percaya rezeki Allah. Tapi saya tetap harus menginjak bumi. Karena pasangan hidup saya yang akan terjun bebas terlebih dahulu untuk tahun ini, untuk mewujudkan sebagian mimpi kami yaitu membangun usaha cuci motor dan kuliner terlebih dahulu,maka kami putuskan saya masih dijalur nyaman.
Target tetap ada, anak saya yang nomor 2 masuk TK A ,maka saya akan ajukan resign.
Tahun 2012 bulan juli, setelah dapat bonus akhir tahun dan THR. Lumayan nambahin modal:)
And kalau dah dapat uang jasa, target mau bikin sertifikat tanah yang di depok.
Target juga nih bisa jalan-jalan ke Bali. Tapi Bali masih harus sabar dikit, tahun depan paling lambat lah aku nengok tanah lot,ubut,kintamani,sukowati,bebek bengil, dll,daerah yang dianggap istimewa disana. wuihhh mantap. kapan lagi:). 7 harilah dibali maximal. biar puas.
setelah Bali,adalagi daerah yang ingin saya kunjungi yaitu: Pangandaran.
selamat datang 2011.
Saya Pasti Akan Lebih Baik.
Subscribe to:
Posts (Atom)