Thursday, August 6, 2009

My and Pemulung

Rumahku di Jakarta Timur. Tepatnya di Utan Kayu Selatan.
Hampir tiap hari aku telusuri jalan tepian kali untuk menuju angkot yang akan aku tumpangi.
karena jalan ini yang lebih dekat.
Kali ini bukan kali mati. Tapi sangat padat kanan-kirinya.
karena banyak rumah panggung dan terlihat kumuh jadinya.
Memang rumah-rumah disana di set seperti rumah panggung,karena sering banjir kalau pas musim hujan.
dan penghuni rumah tersebut kebanyakan adalah orang daerah yang merantau di Jakarta ini. Dan mata pencahariannya adalah Pemulung.
Saya tidak tahu apakah mereka hidup layak atau tidak. setiap orang punya takaran sendiri-sendiri. Aku lihat disana orangnya banyak juga yang hidup berkecukupan. HP bahkan lebih keren dari HP ku.
nenek-nenek tua bawa karung besar adalah pemandangan yang sudah biasa saya temui.
Oh...begitu kuatnya tenaga nenek-nenek ini. di usianya yang seharusnya sudah istirahat untuk aktifitas yang berat,tapi justru masih tetap berusaha keras untuk tetap meraih rezeki dariNya.
Anak-anak usia sekolah,juga saya lihat sudah tidak sekolah lagi. Meskipun gratis katanya sekolah,tapi mereka sudah asyik dengan pekerjaannya. Rambut dicat warna-warni, badan terlihat tak terurus, bau tidak sedap di sekitar tempat tinggal. Kamar mandi yang buat rame-rame. itulah yang setiap hari saya lalui.
Ada miris di hati ini. Ada tanya di hati. Apa kira-kira yang bisa saya berikan buat perbaikan kehidupan mereka?
Yah..meskipun saya juga masih pas-pasan,tapi gpp khan kalau suatu hari nanti saya bisa memberikan yang terbaik buat lingkungan tinggal saya.
Ya Allah,ijinkan aku bisa menjadi secercah cahaya dalam kehdupannya.

No comments: