Wednesday, August 6, 2008

Tiba-tiba Ingat Bapak

Semalam,
temen datang kerumah. entah mengapa cerita kami tiba-tiba ngomongin soal bapak kita masing-masing. Temanku yang bapaknya dah lama meninggal karena kecelakaan. dia bercerita kalau saat bapaknya pergi ,rasanya datar. gak ada rasa kehilangan. entah mengapa,dia juga bingung. tapi katanya mungkin karena gak dekat sama bapak,dan bapaknya semasa hidup gak banyak omong. gak pernah marah.intinya anak mau rangking satu, anak mau nilainya banyak merahnya,anak mau berhasil...Bapaknya hanya datar saja,dan gak ada komentar apa-apa.
Bapak saya juga jenisnya hampir sama. bapakku jarang sekali marah. bayangkan, kami 7 bersaudara. Bapak PNS dengan gaji Rp.12.000/bulan saat itu. Ibu seorang Ibu Rumah tangga yang luar biasa. bagaimana tidak luar biasa, gaji 12.000 anaknya bisa makan,bisa sekolah semua.:)
Bapak bekerja 24 Jam. pagi jadi tukang kebun atau tukang srabutan dimana-mana saja yang butuh tenaga Bapak. Sore masih cari rumput untuk sapi-sapi kami saat itu,karena tanpa sapi,kami pasti akan tdk bisa sekolah juga. malamnya Bapak Masih jaga malam.
kapan bapak tidur? mungkin bapak tidur saat malam,pas kerja jaga malam,Bapak curi waktu untuk tidur. Sering sekali tempat bapak jaga kemalingan. bapak dibawa kepolisi. Kami sedih. karena takut bapak digebukin Polisi:).tapi ternyata hanya dimintain keterangan.
Bapak berkeinginan anak-anaknya gak ada yang kayak bapak, SD saja nggak tamat. Meskipun bapak orang jaman dulu tapi ternyata pikirannya sangat modern. Alhamdullilah anak-anaknya semua lulus SLTA. tapi disaat Bapak seharusnya sudah enak,tidak ada tanggungan lagi,ternyata jalan hidup yang harus dilaluinya tambah rumit menurutku. Tapi Saya yakin,ini semua kehendakNya. Bapak terhoda dengan wanita lain yang sudah bersuami dan beranak 5. dan akhirnya Bapak Menikah lagi dengan wanita tersebut. Sakit hati,pasti. kecewa,juga pasti. saya sampai malu kalau pulangkampung mau main ketetangga. tetangga banyak yang nanyak ini itu tentang Bapak. akhirnya kalau pulang kampung saya pilih dirumah saja, silaturahmi ketetangga ya pas kalau lebaran. Emak,hatinya juga pasti hancur. sudah berapa dukun emak datengi.sudah berapa juta saja uang dihabiskan untuk menyadarkan bapak. Alhamdullilah, emak mau mendengar nasehat anak-anak. Emak akhirnya pasrah sama yang membuat kehidupan. dengan pasrah dan terus berdoa,kini emak makin tentram saya lihat. badannya mulai berisi kembali. sudah bisa bergaul seperti biasanya,dan yang pasti sering ke jakarta,ketempat saya dan adik saya. yah,meskipun dari luar kelihatan senang,tapi saya tahu hati emak. semoga besok emak dapat syurga yang kalau mau masuk dari pintu mana saja bisa ya mak:).amin.
Tapi aneh bapak saya ini, bapak ingin tetap hidup semati dengan emak,meskipun emak sudah minta cerai,tapi bapak gak pernah mau. sampai kapanpun bapak gak akan menceraikan emak. itu kata bapakku. Setia tapi berkhianat. wah bingung. tapi yang pasti ini sudah kehendakNya. tidak ada yang bisa mengelak kalau Tuhan sudah berkehendak. meskipun bapak sudah menduakan emak, tapi hati ini sangat sayang dan gak pernah bisa benci sama Bapak. bagaimanapun Bapak tetap Bapak saya. sifatnya banyak yang sangat saya suka . Bapak orang nya jujur, bertanggung jawab,berani,dan masih banyak lagi pastinya. yang pasti kita anak-anaknya semua masih sangat menyayangi dan menghormati Beliau.
Kami berharap suatu saat nanti Bapak akan kembali setia seperti dulu.
bapak yang gak neko-neko. dan selalu menomorsatukan keluarga. bapak, jadi kangen.
semoga lebaran nanti Kita bisa bersua ya Pak. meskipun kadang kini bapak hanya sebentar-sebentar saja singgah dirumah kita. tapi saya yakin,kalau ada cucu dan anaknya pada kumpul ,waktu bapak akan banyak diberikan buat kami anak-anak asli/kandung bapak:)

salam kangen buat Bapak.emak,sedulur semua,mbah. akhhhh
banyak sekali yang saya kangeni.
sudah hampir 2 tahun tidak pulang kampung soalnya.

No comments: