Capek, ya capek namanya juga kerja mbak:)
bayangin saja
bangun tidur ku terus merhatiin anak dan keperluan rumah, lalu ngatur sarapan dan anak yang besar mau masuk sekolah, habis semua beres baru akunya mandi, habis mandi sempetin sarapan dulu biar gak pusing dan ada tenaga untuk naik angkot, jam 8.00 let's go , sampai kantor biasa rutinitas yang sudah tidak asing lagi,nunggu sampai jam 17.30 baru pulang,naik angkot lagi kurang lebih 1.5 jam kalau tidak macet, sampe rumah sekitar jam 18.30 an"
berapa jam saya keluar rumah dan ninggalin anak?
10.5 jam dengan catatan perjalanan lancar.
Berapa penghasilan yang saya dapatkan?
Apakah sesuai dengan apa yang sudah saya korbankan?
Anak-anak yang saya tinggalkan?
saya harus berusaha berani untuk keluar dari pikiran yang terkotak-kotak ini.
Saya sukses kalau saya bisa tetap menghasilkan, tanpa harus mengorbankan anak-anak.
sekiranya itu yang akan terus menjadi motivasi yang sangat kuat pada diri saya,supaya saya bisa segera melakukan perubahan.
Tidak menjadi orang gajian lagi,tapi menjadi orang yang bisa memberi gaji.
Tidak melewatkan waktu yang panjang,kecuali untuk keluarga.
Waktu akan terus berjalan maju, dia tidak mengenal kata mundur kecuali masa lalu.
maka tidak akan aku sia-siakan lagi masa depan anak-anak yang menjadi amanah besar dalam sejarah hidupku.
saat aku meminta sama Allah,begitu sangat inginnya. Begitu jua saat Allah mengabulkan permintaan saya, kenapa malah saya menghindar untuk bertanggung jawab.
Ack..rasanya saya sudah salah jalan.
Waktuku terus berjalan, kini aku beranikan diri untuk melakukan perubahan kecil.
sementara aku masih menjadi karyawan, aku juga berusaha merintis usaha dagang.
Sekecil apapun usaha kita,Allah tidak akan sare. pasti ada jalan untuk mencapai MIMPI saya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment