seperti layaknya orang dagang lesehan, maka ku gelar barang daganganku.
byaakkk, acakadul baju-bajunya. karena memang gak bawa hunger,dll.
beralaskan jas hujan. wes,pokoknya apa adanya.
inilah hasil olah TKP,faktor kurang lucky nya diriku kemarin dalam jualan:)
1. Asal - asalan dalam mendisplay barang dagangan jadi kurang menarik.
2. Lokasi yang jauh dari pengunjung.
3. Harga yang gak masuk sasaran. "mungkin"
ini saya ambil gambar di lokasi.
melas gambarnya, ngiyub di tendanya Mbak Agnes.
habis panasseee poool.
pelajaran nglapak hari ini pasti banyak sekali,
terutama iklas atas rezeki yang hari ini diberikan saat ini.
Sabar,sabar..kalau belum ada yang laku juga dagangan kita.
Alhamdullilah laku satu. tapi sebenernya gak untung banyak. tapi kalau dihitung-hitung malah nombok.
Bayar Lapak 3.500, makan pagi 9.000, belum waktu.
Laba dagang Rp.2.000
secara itung-itungan rugi berat.
tapi jiwa pedagang memang tidak boleh melihat dari satu sisi laba saja.
Perjuangannya juga harus di contoh. Bangun pagi,pastiya barang juga sudah di siapkan dari semalam. Naik motor setelah solat subuh. Lalu mulai nggelar dan menunggu pembeli. syukur-syukur dagangan laris. kalau sepi ya dicoba koreksi lagi atau dicoba lain waktu lagi.
gimana,masih mau jadi pedagang?
kalau saya 100000...% mau jadi pedagang.
habis asyik. gak kapok2 juga meskipun belum untung banyak:).
tetap semangat. Berusaha. Berikhtiar.
salam sukses pedagang.
oya,ada pesanan dari semarang,minta di kulakkin barang di tanah abang.
nah,rezeki khan gak ada yang menyangka darimananya.
gak dari lapak ya dari yang lain.
2 comments:
Salut Mbak Warti...
Belajar Mas Adi,
belajar menghadapi pensiun dari kenyataan jadi karyawan yg dapat gaji bulanan:).
Post a Comment