Tuesday, May 27, 2008

Mencari Jati Diri

Mau kemanakah Aku berjalan?
Itulah yang kira-kira saat ini sedang berkecamuk di otakku yang diciptakan pastinya sangat sempurna oleh Allah SWT. tapi dalam otak ini ternyata belum juga menemukan benang merah yang jelas. Oktober sebentar lagi, dimana komitmen saya untuk segera menyelesaikan status dari karyawan menjadi pribadi yang lebih bebas merdeka dalam arti tidak terikat waktu. syukur-syukur bebas financial,AMin. kalau saya lihat flash back kehidupan atau lebih kerennya acara-acara yang pernah aku coba ikuti sdh banyak sekali.
mencoba bisnis itu dan ini dan itu lagi. dari MLM , jual pulsa elektrik, jadi tukang kreditin baju-baju, jual krupuk palembang ,jualan bantal, jualan selimut, jualan buku second, buka penyewaan buku, jual daster, dan yang sedang saya jalani saat ini adalah mengajar anak-anak untuk baca tulis. profesi yang terakhir sajalah yang masih saya sandang, dan insyaallah terus bisa berlanjut sampai banyak menelurkan sarjana baca tulis nantinya:)
acara juga banyak sekali yang sudah saya datangi, ikut seminar ini,itu dan ini lagi. seminarnya Pak Tung ayukkk, kursus sulam pita, acara Wisata Entrepenuer ikuttt, ikut-ikutan Asianbrain nya Anne ahira, ikut acaranya Bedah Bisnis fashion, dateng ke acara forum jumat TDA, Milad TDA, ikut pendidikan chantol rhoudoh,pelatihan Aljabar.
semakin banyak acara semakin gak jelas saja siapa saya dan mau kemana?
Sepertinya saya tipe orang yang bosanan. tapi tidak juga menyerah. Bangkrut,gak balik modal,nombok adalah dah biasa. tapi saat ini bener-bener bikin bingung.
untuk impian sosial saya alhamdullilah sudah berjalan yaitu membantu anak-anak membaca dan menulis. dan bisnis yang akan segera saya lirik adalah bisnis bubur bayi siap saji. tapi suami kurang merespone keinginan saya yang satu ini, karena melihat latar belakang acara- acara saya yang sok sibuk sebelumnya hanya satu yang terrealisasi. saya yakin suami memberi nilai demikian karena saya belum bisa menunjukkan hasil yang maksimal. semuanya asal jalan dan asal ikut-ikutan. terlalu mengikuti naluri itulah saya. Alhamdullilah ada suami yang bisa sedikit ngasih rem cakram, jadi gak kebablasan. itulah pasangan hidup saya,penuh perhitungan dan tidak asal. beda dengan saya tentunya ,yang selalu ingin mencoba,gagal dan mencoba lagi yang baru,akhirnya gak ada yang difokusin.
Tapi menurut saya ,masih membela diri.....itu bukan kegagalan meskipun saya harus mengeluarkan uang banyak disana, belajar bisnis, mengasah kemampuan, itulah yang tepat.
saya jadi belajar banyak hal. jadi tahu sifat-sifat pembeli. keinginannya. dan masih banyak lagi.

fokus.

yah...saya harus segera fokus. Bubur bayi Siap saji akan saya geluti. sudah kontak sama yang punya produk. disini produk di buat dibawah standar gizi oleh seorang pakar ahli gizi yang sudah berpengalaman, jadi saya tinggal beli produknya di pusat, lalu menjualkannya dengan mengambil laba Rp.500/porsi. Asumsi:
ada pelanggan 100 bayi per hari
100 x 500 =50.000/hr kalau sebulan Rp.1.500.000
buka dari jam 5.30 sampai jam 9 pagi dah selesai. hanya butuh waktu 3.5 jam sehari.
disamping jualan bubur, akan saya jual juga produk makanan yang lain seperti donat,agar-agar/puding, bihun, bubur sumsum.
Donat range laba Rp.200 x 20 pcs= Rp.4.000
Agar2 range laba Rp. 300 x 10 =Rp.3.000
Bihun range laba Rp.200 x 10= Rp.2.000
Bubur sumsum range laba Rp.500x 10=Rp.5.000
total Rp.14.000/hr kalau sebulan Rp.420.000

total pendapatan kotor Rp.1.920.000/bln

ini wacana, biasanya sesuai pengalaman dagang, namanya usaha pasang surut. tapi yang saya inginkan kalaupun surut jangan terlalu tajam.
inilah keinginan saya, persiapan sebelum resighn dari kerjaan ,saya harus punya usaha dulu, supaya saat saya bener-bener dah lulus dari perusahaan orang lain, saya sudah ada mainan:)

doakan saya akan cepat menemukan jatidiri saya yang sesungguhnya. apakah saya pantas jadi pedagang atau tidak, saya akan uji nyali nanti:)

sukses..sukses...sukses.
keinginan kedepan akan buka cabang lebih banyak. dan bisa dipercaya untuk jadi dapur umumnya produk makanan bayi siap saji ini:)
tunggu kisah saya selanjutnya.
jangan kemana-mana.


salam
warti sang pengembara

No comments: