apa yang kita anggap sudah baik yang kita berikan kepada Orang lain, belum tentu orang tersebut bisa menerima dan ganti memberikan yang terbaik.
memang benar,sebaiknya kita hanya mengharap kebaikan kepada Allah SWT semata. karena tidak akan kecewa seperti yang saya alami hari ini:).
datang dari kampung, sama-sama dari kampung. ingin rasanya membuat assistan dirumah, mengalami kemajuan. dari yang tadinya hanya bisa menikmati bangku SD, saya pingin dia bisa menikmati bangku atau jenjang yang lebih tinggi.
saya suruh sekolah malam,supaya nanti tidak menjadi assistan terus. Hidup harus lebih baik dari sekarang.
tapi ternyata pergaulan,lingkungan dan kondisi kemajuan kota yang sangat cepat perhelatannya, membuat si mbak kurang bisa menahkodai perahunya sendiri. HP tidak mau hanya punya satu, terpaksa harus punya dua. Baju gak mau model nya itu-itu saja, tabungan di kurangi untuk konsumsi mode. pulsa yang saya sendiri hanya butuh 20 sampai 50 rb sebulan,maka si mbak gak mau kalah. bisa-bisa 100-300 rb untuk pulsa saja.
yah,itulah masa puber. HP sudah seperti barang kudu"harus", harus selalu ada. kalau gak ada dunia serasa mati. maka kewarung sebelahpun HP dua-duaan dibawa semua.
inilah fenomena hidup. siapa yang hanya memikirkan kesenangan sesaat dan kemajuan sekitar yang tidak diimbangi dengan siapa saya dulu, akan ikut arus yang semakin menggelincirkan kita.
kasihan?
sayang?
sedih?
iya, saya akui. semua teraduk rata menjadi satu.
sampai akhirnya saya harus berani memutuskan untuk tidak mempekerjakan si Mbak lagi.
maaf..anak-anak titipan Illahi.
maaf,jika kalian harus merasa kehilangan untuk sesaat.
tapi inilah pilihan. kadang sesek memutuskan,tapi tetap harus saya ambil.
***
saya memang lancang membaca buku dyare kamu. aku temukan kata-kata yang tidak pernah saya bayangkan akan kamu torehkan di kertas putihmu.
kata-kata yang sangat membenciku.
***
yah...inilah awal saya harus hidup mandiri dengan dua amanah yang ada.
pilihan hidup untuk terus maju masih terpampang luas di depan saya.
saya yakin, kalau kita menabur kebajikan maka akan menuai kebaikan pula.
kalau saat ini saya harus sakit hati dengan orang yang pernah saya percaya,
Insyaallah kedepan pribadi saya,hati saya akan lebih terasah dan lebih bijaksana dalam segala hal.
selamat jalan teman.
mari kita sama-sama melangkah maju. menentukan langkah kita sendiri mau dibawa kemanakah kapal ini berlayar dan bersandar.
semoga jalinan silaturahim selama ini tidak hilang begitu saja.
jaga dirimu baik-baik teman.
masih terlalu hijau dan polos untuk seorang perawan sepertimu, ada di lingkungan ini.
maka saya akan kembalikan kehidupan sederhanamu seperti kala kamu pertama kali datang mengetuk rumahku untuk bekerja.
semoga kita berjumpa lagi dalam keadaan yang lebih baik.
amin.
No comments:
Post a Comment